SANANA,DADIKANUSANTARA.COM – Sebuah peristiwa naas yang menimpa salah satu warga kepsul dan anaknya di depan Bandara Emalamo Sanana rupanya menyita perhatian Sekda Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) Muhlis Soamole yang hendak melintasi jalan tersebut, kamis, (29/8/2024).
Mengapa tidak, Muhlis Soamole orang nomor 3 di Sula itu hendak pulang kerumah dengan mobil pribadinya, namun terpaksa berhenti karena melihat tumpukan beras yang memenuhi setengah badan jalan dan seorang ibu yang berdiri sambil menggendong anaknya dan dikerumuni warga.
Tak tanggung-tanggung, pejabat yang dikenal dengan keramahannya itu langsung meninggalkan mobilnya dan mendekati kerumunan warga untuk mengetahui persoalan. Ternyata beras yang berhamburan itu milik Mila, ibu yang sedang menggendong anaknya dengan wajah pucat pasi di pinggir jalan itu.
Dengan penuh keakrban, Muhlis Soamole langsung mendekati Mila korban laka lantas di waktu senja itu sambil menanyakan keadaannya dan keadaan anaknya yang digendong itu.”bagaimana keadaannya ibu ? ade tidak apa-apa,” sapa Sekda kepada mila korban laka lantas.
Melihat beras yang bercampur pasir dan debu, membuat sosok pejabat Sula itu langsung mengeluarkan sejumlah uang dan diberikan kepada Mila warga desa Wailau yang menjadi korban laka lantas itu.
Dengan wajah penuh syukur, Mila mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Sekda Muhlis Soamole yang sudah membantunya untuk kembali mendapatkan beras demi memenuhi kebutuhan keluarga di rumah. “Terimakasih pa sudah bantu, mengurangi beban kami saat kecelakaan ini, semoga Allah mudahkan urusan bapa dan selalu dilindungi,” kata Mila dengan penuh ikhlas dalam doa.
Terpisah Muhlis Soamole sekretaris daerah kabupaten Kepulauan Sula itu menyampaikan pihaknya tak tega melihat beras bawaan sang ibu yang sudah bercampur pasir harus dipungut lagi untuk dibawah pulang. “sungguh kasihan jika beras yang sudah bercampur pasir itu mau dipungut lagi untuk dibawah pulang, sebagai manusia tentu rasa iba dan peduli itu pasti muncul, kata Sekda.
Tak hanya pada si korban, Sekda juga hampiri dua anak perempuan remaja asal desa Falahu dan desa Mangon kecamatan Sanana yang diduga sebagai penyebab laka lantas itu untuk menenangkan keduanya yang panik akan peristiwa itu. “Silahkan bicara baik-baik sama ibu itu untuk dapat diselesaikan secara keluarga, dan kedepan selalu berhati-hati kalau sedang berkendara,” tutup sekda.
Untuk diketahui korban Mila (30 thn) itu mengemudi motor honda scoopy berwarna merah bersama anaknya (6 thn) sambil membawa sekarung beras, sementara dua prempuan remaja yang diduga masih berstatus siswa itu mengendarai motor merek honda Genio warna hitam. Korban yang sedang dalam perjalanan menuju rumahnya di desa Wailau (arah selatan) itu dikagetkan dengan dua remaja yang sebelumnya lagi parkir di badan jalan tiba-tiba berbelok serentak tanpa memperhatikan bahkan tidak menyalakan lampu send.
Karena jarak yang tidak lebih dari 2 meter dengan dua remaja itu, Mila langsung hilang kendali dan menabrak bagian kenalpot motor yang telah melintang di tengah jalan dan tersungkur jatuh bersama anak perempuannya dengan posisi badan tertindis motor yang dikendarainya dan beraspun berhamburan. Beruntung Mila dan anaknya hanya mengalami luka di bagian kaki. (ilo/red)








