SULA, DADIKANUSANTARA.COM – 14 kelompok tani di kabupaten Kepulauan Sula menghadiri kegiatan sosialisasi Program Perluasan dan Rehabilitasi Taman Pala di kantor dinas pertanian kabupaten Kepulauan Sula.
Dalam kegiatan, dinas pertanian menyampaikan, di tahun 2026 ini, pemerintah akan mendukung perluasan lahan seluas 300 hektar yang terdiri dari 200 hektar tanam baru dan 100 hektar rehabilitasi.
Kepala dinas Pertanian kabupaten Kepulauan Sula, Salnida Yulianti Lumbesy, menyampaikan, sosialisasi Program Perluasan dan Rehabilitasi tersebut melibatkan Tim Teknis Bidang Perkebunan, 12 orang penyuluh pendamping, serta ketua dan bendahara dari 14 kelompok tani.
“Kami juga libatkan tenaga teknis serta penyuluh pendamping di 14 kelompok tani, agar mereka bisa secara langsung mengikuti sosialisasi, agar di lapangan nanti semua bentuk kegiatan yang menyangkut program tersebut bisa berjalan lancar.
Dalam program TA 2026, bantuan perluasan tanaman pala seluas 200 hektare diperuntukkan bagi delapan kelompok tani dengan bantuan 120 bibit per orang. Sementara rehabilitasi tanaman pala seluas 100 hektare diberikan kepada enam kelompok tani dengan bantuan 60 bibit per orang.
Kepala Dinas Pertanian mengingatkan kelompok tani penerima program agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi, termasuk CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi), pembukaan rekening kelompok, serta dokumen pendukung lainnya sebelum proses penyaluran bibit dilaksanakan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan peserta dapat memahami tujuan, persyaratan, mekanisme pelaksanaan, serta hak dan kewajiban dalam program ini,” ujar Salnida.
Ia juga mengajak seluruh kelompok tani untuk melaksanakan program tersebut secara bertanggung jawab dan memanfaatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kelompok tani diminta terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian agar program dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi petani.
“karena Penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian, yang memiliki pengetahuan terkait pendampingan petani, maka kelompok tani harus intens berkoordinasi,” tutup Salnida. (Ilo/red)














