SANANA,DADIKANUSANTARA.COM – Kepala pemerintahan kecamatan Sulabesi Tengah Farit Umasangadji langsung mengunjungi semua desa di wilayah kerjanya setelah diberi kepercayaan oleh bupati Fifian Adeningsi Mus, dalam berkunjung Farit Umasangadji dapat suport dari masyarakat di desa yang dikunjunginya.
Kunjungan kerja (Kuker) sudah dimulai dari desa Manaf pada senin, (15/7/2024) hingga sampai ke desa Soamole pada jumat, (19/7/2024). dan didesa yang ia kunjungi, masyarakat mengaku senang mempunyai camat seperti sosok Farit karena langsung mengevaluasi kinerja perangkat desa dengan baik.
“kami senang sosok camat seperti pa Farit, dia langsung menevaluasi serta memberi pemahaman secara langsung kepada aparat desa dalam menjalankan tugasnya di setiap desa yang ia kunjungi,” kata Sardi salah satu masyarakat di desa Soamole
Terpisah Sabang U. salah satu warga desa Fat-Iba juga menyampaikan hal yang sama, baginya sosok Farit Umasangadji ini adalah camat yang luar biasa, membenah dari bawah dengan baik untuk melahirkan pemerintahan yang berkualitas dan pro rakyat.
“kami sudah melakukan kunjungan kerja di 4 desa yaitu desa Manaf, Bega, Fat-Iba dan desa Waiman, dan hari ini tiba di desa Soamole, jadi tinggal desa Waiboga dan Umaga,” kata camat Sulabesi Tengah Farit Umasangadji saat diwawancarai jumat, (19/7/2024).
Selain silaturrahmi untuk saling mengenal, camat Sulabesi Tengah juga secara langsung menguji kualitas dan pemahaman aparat desa dari RT hingga kepala desa sebagai jalan membentuk pemerintahan yang berkualitas dan memahami fungsi di tengah-tengah masyarakat.
“saya sengaja menanyakan hal-hal mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa agar bisa mengukur sejauh mana pemerintahan desa dari RT hingga kades memahami fungsi dan perannya ditengah masyarakat,” tambah Farit
Dalam kunjungan, Farit mengaku hubungan pemerintah dan masyarakat sangat baik begitu pula hubungan di dalam pemerintahan. “5 desa yang sudah kami kunjungi semua hubungan baik, antara masyarakat dan pemerintah desa dan pemerintah desa dan BPD, tidak seperti pengalamannya saat jadi camat pada beberapa kecamatan sebelumnya,” tutup Farit. (ilo/reed)








