SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Pemerintah kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) provinsi Maluku Utara (Malut) dan kabupaten Pulau Buru provinsi Maluku bersilaturahmi bahas rencana kerja sama soal perhubungan laut dan Penguatan Pangan.
Pemerintah kabupaten Pulau Buru yang dihadiri langsung bupati Ikram Umasugi dan didampingi beberapa kepala SKPD serta camat Air Buaya itu dijemput pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) kepsul Muhlis Soamole.

Di Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, kedua Pemerintah kabupaten beda provinsi ini duduk bersama pasca sholat isya, selasa, (27/8/2025). Dalam forum silaturahmi tersebut, Sekda Kepsul yang mewakili bupati Sula Fifian Adeningsi Mus mengucapkan selamat datang serta menyampaikan permohonan maaf bupati Sula yang tidak berada di tempat karena dinas luar daerah.
Bupati Pulau Buru dalam forum tersebut menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya bersama rombongan di kabupaten Kepulauan Sula yang diakuinya sebagai tanah leluhurnya.
“Kami datang ke Sula yang pertama adalah silaturahmi karena saya adalah bagian dari Sula ini sendiri, yang kedua, saya ingin hubungan silaturrahmi ini bisa dipererat dengan kerja sama dua kabupaten ini dari sektor perhubungan laut dalam hal ini akses kapal Feri antara Pulau Buru dan Sula dengan pelabuhan Bara-Waigoiyofa,” kata Ikram Umasugi
Selain di sektor perhubungan laut, pemimpin Negeri Bupolo berdarah Sula itu juga mengajak kerja sama di bidang ketahanan pangan. “Kami juga ingin kerja sama di bidang ketahanan pangan, kami dari Pulau Buru siap mendistribusikan beras dengan harga terjangkau ke Sula,” tambah Ikram.
Tawaran kerja sama di bidang ketahanan pangan ini ditempuh pemerintah Pulau Buru karena saat ini pemerintah yang dimpin Ikram Umasugi itu tengah membangun bendungan besar untuk mengairi 10.000 hektar sawah.
Di depan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula, Ikram selaku Bupati Pulau Buru menjelaskan, saat ini pihaknya telah panen beras di 8 hektar sawah dengan total per hektar capai 4-5 ton beras dan sekali panen di 8 hektar bisa capai 32-40 ton.
“Jika bendungan air senilai 2,3 Triliun itu rampung, kami akan memperluas sawah hingga 10.000 hektar jadi tentunya produksi beras di kabupaten kami akan makin tinggi, jika Sula bersedia bekerja sama, tentunya akan kita atur agar masyarakat bisa dapat dengan harga lebih terjangkau,” tutup Bupati Pulau Taliabu
Terpisah, pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula melalui sekretaris daerah Muhlis Soamole menyampaikan, pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintah Pulau Buru atas kunjungannya serta tawaran kerja samanya untuk kepentingan rakyat kedepan.
“Rencana kerja sama kabupaten Pulau Buru dan kabupaten Kepulauan Sula soal perhubungan laut ini dari pemerintah daerah Sula, kami mengapresiasi dan merespon rencana ini, kami juga akan mengupayakan segala hal terkait administrasinya segera dirampung agar bisa diusulkan ke kementerian perhubungan laut,” kata Sekda Kepsul Muhlis Soamole.
Untuk memperpendek akses Pulau Buru dan Sula, pemerintah Kepulauan Sula berencana akan membangun pelabuhan Feri di desa Waigoiyofa kecamatan Sulabesi Timur agar akses menuju pelabuhan Bara di desa Bara kecamatan Air Buaya kabupaten Pulau Buru itu lebih dekat.
“Kesiapan untuk master plane pembangunan pelabuhan Feri di desa Waigoiyofa kecamatan Sulabesi Timur itu sudah ada, dan akan dibangun di sana untuk lebih memperpendek akses laut, tidak seperti sebelumnya yang harus sandar di pelabuhan Waikalopa kecamatan Sanana Utara,” kata Sekda Kepsul Muhlis Soamole.
Mengakhiri pertemuan, bupati Pulau Buru, Ikram Umasugi menitip salam ke bupati Sula Fifian Adeningsi Mus sembari mengucapkan terimakasih atas penjamuannya selama di Sula, ia juga berharap, bupati Sula Fifian Adeningsi Mus bisa juga berkunjung ke Pulau Buru. (Ilo/red)








