Oleh : dr. H. Ivan Sangadji Sp. PD
(Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Kepulauan Sula)
Sula- DADIKANUSTARA.COM – Bulan Ramadhan merupakan momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi sebagian masyarakat, terutama yang memiliki riwayat penyakit maag, muncul kekhawatiran: apakah puasa aman bagi lambung…? Banyak yang takut maag akan kambuh dan bertambah parah..
Sakit maag yang sering dirasakan, secara medis dikelompokan pada penyakit yang disebut sindrom dispepsia. Menurut definisi, dispepsia adalah rasa tidak nyaman atau rasa sakit di daerah ulu hati disertai rasa mual, kembung, cepat kenyang dan kurang nafsu makan.
Dispepsia secara besar dibagi menjadi dua yaitu dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Dispepsia fungsional adalah apabila pada pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi (teropong saluran pencernaan atas) tidak didapatkan kelainan secara anatomi.
Dispepsia organik adalah kondisi dimana pada pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi diperoleh kelainan secara anatomi misalnya luka dalam pada lambung dan usus, polip pada kerongkongan & lambung..
Pada umumnya penderita sakit maag dapat berpuasa terutama jika sakit maagnya hanya gangguan fungsional. Obat anti asam lambung spt ranitidin, famotidin, omeprasole dapat diberikan pada saat sahur dan berbuka untuk mengontrol asam lambung selama berpuasa sehingga keluhan yang timbul saat berpuasa terutama saat perut sudah kosong (6-8 jam setelah makan terakhir) dapat dikurangi.
Sedangkan pada dispepsia organik, puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak terobati dengan tepat. Tetapi jika sakit lambungnya terobati maka dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal pada umumnya.
Tip Makan UntukĀ Sakit Maag
1. Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, antara lain sayuran (kol, sawi), buah-buahan (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang emngandung gas (minuman bersoda).
2. Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi
3. Hindari makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung shg meningkatkan asam lambung seperti makanan berlemak, kue tart, cokelat, keju.
4. Hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makan yang mengandung cuka dan pedas, merica, dan bumbu yang merangsang. (Ilo/red)








