Daerah

Diduga Penebangan dan Pendistribusian Kayu Ilegal di Desa Maffa Halsel Berjalan Lancar, “Penegak Hukum Dimana…?”

Redaksi Diperbarui 19:16 2 menit membaca
Sebuah Mobil Truk Yang Memuat Kayu diduga hasil Penebangan Ilegal itu melintasi kota Weda, setelah Berjam-jam menempuh perjalanan dari desa Maffa kecamatan Gane Timur kabupaten Halmahera Selatan (foto://Warga Pencari Keadilan)
Ukuran Teks:

WEDA,DADIKANUSANTARA.COM – Ratusan kubik kayu diduga diambil dari penebangan ilegal di desa Maffa kecamatan Gane Timur kabupaten Halmahera Selatan diselundup menuju Ternate sepertinya berjalan mulus.

Baca juga :Insentif Dokter di Sula Tak Terbayar, Ternyata ini Penyebabnya

Pasalnya, truk dengan nomor polisi B. 9736 P memuat ratusan kubik kayu yang ditutupi menggunakan terpal bermotif garis-garis berwarna itu, bergerak lancar dari desa Maffa kabupaten Halmahera Selatan dan melintasi kota Weda kabupaten Halmahera Tengah pada pukul 16:27 WIT dengan aman, seakan tak terpantau radar petugas yang berwewenang.

Masyarakat desa Maffa yang sudah tak tahan akan aktivitas penebangan ilegal di kampungnya itu menduga, kejahatan yang membahayakan lingkungan mereka tersebut dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca juga :Dispendikbud Halteng Gelar Senam Sehat TK Bersama Bunda Paud

Salah satu masyarakat desa Maffa yang enggan diberitakan namanya menyampaikan kepada media, aktivitas penebangan kayu di kampungnya itu sudah berjalan cukup lama, pihaknya sudah pernah meminta untuk tidak dilakukan lagi, namun tidak dihiraukan.

“Mereka sudah menebang lebih dari 3 bulan, kami sengaja menghentikan dan meminta untuk melihat dokumen izin operasi,namun diduga tidak dimiliki, sudah kami minta hentikan penebangan, karena banjir akan menghantam pemukiman warga, namun tak dihiraukan,” kata salah satu warga kepada media.

Baca juga :Kepsek M.Ts Waiboga Butuh Perhatian Anggota DPRD Asal Kecamatan Suabesi Tengah

Warga yang tak berdaya hanya berharap, jika permainan ini adalah peran struktural oleh lembaga atau kelompok tertentu, dan negara tidak mampu meletakkan UU dan aturan untuk membatasi, maka carilah hutan yang lain, jangan di desa mereka, karena setiap hujan nasip mereka akan jadi taruhan.

“Jika pihak berwenang tak punya nyali dan kemampuan menghentikan kejahatan lingkungan seperti ini, maka kami hanya minta, jangan tebang pohon di desa kami secara membabi buta seperti itu, karena nanti kami dan ketuarunan kami yang akan menderita,” tutup Warga. (Tomi/Ilo)

Tinggalkan komentar