WEDA, DADIKANUSANTARA.COM – Anggota DPRD kabupaten Halmahera Tengah Putra Sian Arimawa geram atas sikap PT. IWIP yang diduga hanya memberi janji kepada masyarakat lingkar tambang.
” Pada Awa Januari 2025, saya dan teman-teman DPRD, termasuk Pak Munadi Kilkoda, sudah duduk di kantor pusat IWIP di Jakarta. Kami bawa banyak usulan, tapi yang paling genting adalah swering penahan ombak untuk Desa Gemaf. Karena kalau gelombang selatan datang, itu bukan ombak biasa, itu bisa bawa bencana, namun sampai saat ini tak kunjung terealisasi,” kata Putra Sian yang juga ketua komisi I DPRD Halteng
Warga desa Gemaf kecewa dengan PT IWIP karena aspirasinya yang disampaikan oleh anggota DPRD keterwakilan mereka secara langsung juga tidak dihiraukan.
Warga janji akan menggelar aksi besar-besaran pada may day mendatang.
Putra juga menceritakan kembali kejadian memilukan pada tahun 2021 dan 2022, ketika ombak menggulung sebagian pemakaman warga, hingga beberapa pusara hilang tanpa jejak. Tapi sampai hari ini, tindakan nyata dari pihak perusahaan nyaris tak terdengar.
“Warga Desa Gemaf ini, sejak awal, tidak pernah sekalipun ikut demo. Mereka tidak cari panggung. Tapi kalau begini terus, kami bisa saja turun ke jalan pada May Day 1 Mei nanti. Kami akan suarakan ini lewat aksi nyata,” kata anggota DPRD mewakili rakyat.
Putra juga menambahkan, ini bukan hanya soal abrasi tapi ini soal kepekaan sosial, soal apakah nyawa dan rumah warga dianggap layak untuk dilindungi. Lebih dari itu, ini juga menyangkut harga diri dan keseriusan perusahaan besar seperti IWIP dalam menjaga komitmen terhadap masyarakat lingkar tambang. (Tomi/ilo)








