WEDA-DADIKANUSATARA.COM Kabupaten Halmahera Tengah, melalui kerjasama dengan PT. IWIP (Indonesia Weda Bay Industrial Park), tengah merancang pengembangan terpadu Pulau Syafi yang berfokus pada sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.
Proses perencanaan ini dijalankan secara bertahap dan komprehensif, sebagaimana ditegaskan Eliyani Senen (Eli), dari Dinas Pariwisata Halteng bidang Pemasaran Jumat 11/07/2025.
Baca juga: Genjot Produktivitas Pangan, Wabup Halteng Lepas Road Show Hortikultura 2025
Eli menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap seluruh masyarakat, meski mereka tidak bermukim langsung di Pulau Syafi.
“Perencanaan pemerintah daerah tidak serta merta, namun mempertimbangkan dampak untuk masyarakat menjadi perhatian khusus pemerintah daerah Halteng,” tegas Eliyani Senen
Kendati demikian, Eli merujuk pertanyaan lebih detail mengenai perencanaan destinasi kepada pihak yang lebih berkompeten, mengingat fokus keahliannya. Saat ini, program pengembangan masih dalam tahap studi dan survei awal.
Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Tengah, Bapak Ahlan Jumadil, memberikan konfirmasi lebih lanjut. Beliau menjelaskan, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan.
Meskipun sosialisasi awal telah dilakukan dan disambut baik oleh masyarakat, wabup mengakui kompleksitas tantangan yang dihadapi, khususnya mengingat sebagian besar lahan di Pulau Syafi merupakan hutan lindung. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap kegiatan berkebun di lahan tersebut.
“Segala yang kami lakukan, sebagai pemerintah daerah, selalu mempertimbangkan dengan matang, apalagi yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat, karena sehebat apapun program kalau justru menyulitkan masyarakat itu apalah gunanya,” kata wabup
Sebagai solusi, pemerintah daerah sedang mengeksplorasi pembentukan kelompok tani dalam kerangka pengelolaan hutan desa. Skema ini diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat dengan prinsip pelestarian lingkungan, melalui pembatasan pemanfaatan lahan dan pencegahan penebangan liar.
Baca juga :Bupati Sula Jadi Tamu Kehormatan Dalam Kunjungan Kapal Pesiar Méndez Núñez Spanyol
Bapak Wakil Bupati jugaberharap adanya komunikasi yang intensif dengan masyarakat, serta peran serta sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata.
“Mari semua stakeholder yang ada dapat membangun komunikasi dengan baik, saran dan solusi yang produktif serta kritik yang konstruktif harus selalu mewarnai setiap langkah dan kebijakan pemerintah agar selalu mengedepankan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat,” tutup Wakil bupati Ahlan Djumadil .
Saat ini pengembangan Pulau Syafi masih pada tahap awal, yang berfokus pada perencanaan yang terukur, antisipasi dampak yang komprehensif, dan dialog yang berkelanjutan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan. (Tomi/ilo)








