SANANA,DADIKANUSANTARA.com – Guru merupakan salahsatu penentu mutu pendidikan di suatu daerah tak terkecuali di Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara. Namun di kabupaten yang sudah 20 tahun dimekar ini masih belum terjadi pemerataan guru di sekolah-sekolah tingkat sekolah dasar (SD) , Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan sampai pada Sekolah menengah Atas (SMA)
Namun bukan berarti dua pemerintahan yang sudah berlalu tidak melakukan apa dan pemerintahan yang sedang mengabaikannya, akan tetapi semuanya telah berupaya bagaimana menciptakan pemerataan guru, namun tidak efektif dilakukan.
Rizal Kailul, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan dinas Pendidikan Kepulauan Sula mengakui akan realitas penyebaran guru di sekolah-sekolah yang masih tak seimbang dan pihaknya akan kembali menata dengan baik sesuai kebutuhan dan keadaan Sekolah.
“memang saat ini pemerataan guru di sekolah-sekolah masih belum terlaksana dengan baik, sebagai kabid GTK yang membidangi soal guru ini, saya akan segera menyikapi persoalan ini dengan kembali mengantongi data guru di sekolah-sekolah untuk di buat pemerataan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing,” kata M. Rizal Kailul saat diwawancarai di ruang kerjanya Senin, (5/2/2024).
Sesuai data yang dikantongi, ada beberapa Kecamatan yang gurunya terbatas, sementara di beberapa kecamatan lainnya mengalami over tenaga guru. “sesuai data yang ada pada kami, ada sekolah di beberapa kecamatan seprti Mangoli Utara Timur, Mangoli Barat dan Mangoli Utara, sementara di wilaya kecamatan Sanana, Sanana Utara dan Sulabesi Tengah ada beberapa sekolah yang jumlah gurunya banyak sekali,” tutup Kabid GTK M. Rizal Kailul.
Tak hanya itu, Rizal Kaikul yang baru saja menjabati bidang GTK itu menyampaikan, pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula melalui dinas Pendidikan juga telah menempuh langkah dengan membuka kembali pengrekrutan tenaga honor daerah dan kontrak untuk menjawab persoalan pemerataan tenaga guru di Sula.
“sekarang dinas pendidikan juga sudah buat pengrekrutan tenaga guru kontrak dan honda untuk menjawab problem pemerataan guru menuju Sula Bahagia pendidikan,” Tutup Rizal. (ilo)









