SULA, DADIKANUSANTARA.COM – Kepolisian Resort Kepulauan Sula melalui Unit PPA Satreskrim, menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan percobaan pemcabulan yang menimpa sisiwi SD kelas 1 di kecamatan Sulabesi Tengah kabupaten Kepulauan Sula pada Jum’at kemarin.
Korban RR, bercerita sekaligus memperagakan kembali kejadian yang dialaminya kepada anggota Polisi. RR memulainya dengan menunjukkan tempat pertama ia dihampiri terduga pelaku dengan sepeda motor hingga sampai pada dirinya dipaksa naik motor dengan cara tangannya ditarik terduga pelaku.

Karena tidak membawa terduga pelaku ke TKP, adegan terduga pelaku diperagakan kembali oleh salah satu anggota polisi dengan berdasar pada keterangan korban.
Adegan ke tiga hingga ke enam, RR menjelaskan dirinya dibawah dengan motor oleh terduga pelaku hingga keluar desa, dan di perbatasan pelaku belok ke kiri dan masuk hutan. Setelah menerobos jalan kebun hingga 50 meter dari jalan aspal, terduga pelaku menghentikan motornya lalu memarkir, ia kemudian menggendong RR dan membawanya masuk ke semak-semak di samping kiri jalan kebun tersebut.
Terduga Pelaku (DS) lalu menurunkan RR di dekat pohon kelapa yang jaraknya sekitar 15 meter dari tempat motor diparkir. Karena RR menangis ketakutan, terduga pelaku lalu memukul bagian Pantatnya. Setelah memukul korban, terduga pelaku kembali ke motor dan langsung pergi tinggalkan korban, diduga mau mengecek situasi sekitar.
Namun, korban (RR) yang ditinggal terduga pelaku, langsung melarikan diri kearah barat menuju hutan, meski ketakutan, siswi SD kelas 1 itu terus berlari, karena ia curiga, terduga pelaku akan kembali.
RR berlari lebih dari 150 meter membelah hutan, melewati semak dan pohon-pohon besar berharap menemukan orang untuk meminta tolong, ia akhirnya bertemu dengan salah satu warga setempat Mustafa (63). Ia berlari mendekati Mustafa sambil menangis, RR kemudian diantar pulang ke rumah neneknya oleh Mustafa.
Seragam sekolah RR kotor dan penuh debu, sebagai bukti kalau dirinya sedang berjuang keras untuk selamat, meski berlari dengan penuh ketakutan di hutan.
Usai Reka adegan, polisi juga langsung memeriksa dua saksi, masing-masing Mustafa dan Ibrahim sekaligus korban. (Ilo/red).
















