banner 728x90
Daerah

RSUD Sanana Gagal, Bumil Meninggal Pendarahan, Padahal Ada Stok Darah

4576
×

RSUD Sanana Gagal, Bumil Meninggal Pendarahan, Padahal Ada Stok Darah

Sebarkan artikel ini
Ekspresi kekecewaan keluarga pasien yang meninggal di ruang kebidanan diduga terlambat transfusi darah, padahal ada stok darah (foto://Ilham)

SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana kabupaten Kepulauan Sula kini kembali membuat masyarakat kecewa atas pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan.

Seorang ibu hamil (Bumil) inisial RU warga desa Mangon kecamatan Sanana terkapar tak bernyawa usai berjuang melahirkan anak perempuannya yang ke-2 Sabtu, (13/9/2025).Namun Kematian RU tidak terjadi tiba-tiba, tapi penuh dramatis di ruang kebidanan RSUD Sanana.

banner 728x90

Menurut keterangan keluarga RU, saat terjadi pendarahan, pihaknya sudah meminta agar pihak RSU melalui petugas yang berjaga, dapat segera mentransfusi darah karena kondisi RU semakin memperihatinkan, namun keluarga malah disuruh cari dulu pendonor pengganti agaar stok yang diambil bisa tergantikan.

“Kami sudah meminta petugas di kebidanan segera transfusi, tapi pihaknya meminta kami untuk cari dulu pendonor agar bisa mengganti stok darah, jadi saya bilang ini tengah malam, kami akan upayakan cari pendonor besok, asalkan stok yang ada dipakai dulu, tapi pihak RSUD dalam hal ini petugas jaga tetap tidak mau,” ungkap pihak keluarga

Meski begitu, upaya mencari pendonor di tengah malam itu tetap dilakukan melalui via WhatsApp, namun tak juga ditemukan, keluarga yang makin huatir dengan keadaan pasien memohon lagi untuk kiranya bisa gunakan stok darah yang ada, namun petugas tetap masih dengan keputusannya. Sampai ada keluarga marah baru ada petugas yang langsung ambil stok darah. Namun usaha petugas yang diduga terpaksa itu sia-sia, baru berapa menit ditransfusi, pasien meninggal.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD, andaikan kalau permintaan kami dipenuhi, yaitu tranfusi secepatnya, maka besar kemungkinan saudara kami tidak meninggal jika dilihat dari kacamata medis, namun dibiarkan berlarut-larut akhirnya nyawa saudara kami tak tertolong,”

Ia berharap pemerintah daerah dalam hal ini bupati Sula Fifian Adeningsi Mus segera mengambil tindakan tegas mencopot Direktur RSUD dan menggantikan kepala ruangan kebidanan yang jelas-jelas terlihat gagal.

Terpisah, direktur RSUD Sanana Ulia H. Ngofangare saat diwawancarai menyampaikan, pihaknya belum bisa menyampaikan apa apa ke media, karena untuk kasus ini masi dalam tahap investigasi. “Kasus ini masih tahap investigasi, saya belum bisa menyampaikan apa-apa, saya butuh waktu,” kata Dirut RSUD Sanana. (Ilo/red)

banner 728x90
banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90