SANANA, DADIKANUSANTARA.COM- Kondisi fisik bangunan sekolah SMP N. 3 Satu atap Mangoli Tengah di desa Wailoba sangat tak layak digunakan sebagai proses belajar mengajar.
Pasalnya, mulai dari atap, plafon, tembok dan lantai sekolah semuanya rusak parah namun tetap masih dijadikan tempat belajar siswa di SMP Satap Mangoli Tengah.

Anto Basahona, salah satu pemuda sekaligus warga desa Wailoba meminta perhatian seluruh unsur terkait. Ia menyayangkan, jika pendidikan di kampungnya terkesan diabaikan.
“Tolong jangan melihat Wailobanya, tapi lihat generasi yang mengenyam pendidikan, karena di tangan generasilah masa depan negeri ini akan perjuangkan, jadi tolong Pemerintah Daerah melalui dinas pendidikan serta DPRD bisa bersikap selamatkan generasi yang sedang belajar,” tegas Anto.
Anto juga berharap pemerintah desa Wailoba yang menyaksikan secara langsung kondisi siswa itu bisa mengambil peran untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain rusak bangunan, sekolah SMP N 3 Satap Mangoli Tengah itu juga sudah lama tidak miliki kantor yang ditempati guru.
“Sekolah SMP N.3 itu juga kekurangan guru, jadi tolong diperhatikan,” tutup Anto. (ilo/red)








