SULA, DADIKANUSANTARA.COM – Tambrakan di desa Fagudu yang merenggut nyawa seorang perempuan yang bekerja sebagai pegawai kesehatan di puskesmas Sanana Utara itu tak hanya menyisakan duka di hati keluarga, namun juga menyeret pandangan publik atas eksistensi dinas Perhubungan kabupaten Kepulauan Sula.
Pasalnya, tabrakan antara anak sekolah dan ASN itu terjadi dibawah Traffic light yang tak berfungsi lebih dari 5 tahun lamanya. Sampai saat ini kerusakan rambu-rambu lalulintas itu tak juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui dinas terkait.
Sarman, salah satu pengendara yang menyaksikan tabrakan tersebut menyampaikan, meskipun laka lantas adalah kelalaian pengendara, namun peran dinas perhubungan juga patut dipertanyakan, karena laka lantas tersebut terjadi di titik dimana traffic light itu terpasang.
“Oke, pengendara lalai dan terjadi kecelakaan, tetapi kejadian seperti ini juga adalah wujud kelalaian dinas perhubungan yang tidak serius dalam menciptakan pelayanan publik yang baik, seperti membiarkan traffic light rusak bertahun-tahun,” Ungkapnya
Lanjut Sarman, kami berharap pemerintah daerah melalui dinas perhubungan dapat menjadikan musibah tadi sebagai dasar berbenah memperbaiki pelayanan, khususnya di lalu lintas, apalagi yang meninggal adalah petugas kesehatan. (Ilo/red)










