banner 728x90
banner 728x90
DaerahHukrimInfo Sula

Anggaran Ketahanan Pangan di Desa Waiman Diduga “Berhamburan di Rumah” Kades

1845
×

Anggaran Ketahanan Pangan di Desa Waiman Diduga “Berhamburan di Rumah” Kades

Sebarkan artikel ini

SULA,DADIKANUSANTARA.COM – Anggaran Ketahanan Pangan yang diperoleh dari Dana Desa sebesar 20% di desa Waiman diduga dikelola oleh kepala desa sendiri, dengan mengangkat istri sebagai ketua kelompok.

Hal ini dibenarkan oleh masyarakat desa Waiman kecamatan Sulabesi Tengah kabupaten Kepulauan Sula. Diman Umasugi salah satu pemuda desa Waiman membeberkan bobroknya pengelolaan anggaran Ketahanan Pangan.m tersebut.

banner 728x90

Ia menyampaikan, puluhan juta anggaran yang dijanjikan kepada kelompok tani tidak pernah diterima. Selain itu, ada bukti tentang keberadaan dua kebun kelompok tani di lahan kades.

“Desas desusnya di masyarakat bahwa kebun kelompok dari program ketahanan pangan tersebut ada tiga kelompok tani, dengan anggaran tahun 2024 sekitar 28 juta untuk satu kelompok dan pada tahun 2025 tahap I sekitar 54 juta dua kelompok, namun tidak pernah diserahkan kepada kelompok tani. dan anehnya BPD Desa Waiman dan Camat Sulabesi Tengah diduga turut bersekongkol dalam praktek kejahatan tersebut di hadapan masyarakat Desa Waiman pada rapat pertanggung jawaban anggaran desa tahun 2024 pada rabu  20/08/2025 lalu,” kata Diman Umasugi selaku masyarakat sekaligus Pemuda desa Waiman.

Lanjut Diman, Warga setempat mengetahui bahwa kebun kelompok tersebut di kelola oleh Kepala Desa Waiman Mahda Umanahu dan istrinya, karena ketahanan pangan (kebun kelompok) di ketuai istri dari kepala desa dan bendahara kelompok itu istri dari salah satu anggota BPD yang juga adalah adik kandung dari kepala Desa Waiman.

Warga sangat kecewa atas cara kepala desa Waiman dalam meraup untung dengan melibatkan keluarga untuk mengelola anggaran ketahanan pangan.
“Kami berharap ini menjadi perhatian penegak hukum atas tindakan yang jelas melanggar aturan ini, agar praktek korupsi di tingkat pemerintah desa ini bisa teratasi dini sebelum merambat ke program lain di desa,” tutup Diman. (Ilo/red)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90banner 728x90banner 728x90
banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90