Cerita Prabowo dan Putra Sula di Medan Tempur Timor Timur, Mislan Syarif : Saya saksi hidup
SANANA, DADIKANUSANTARA.com – Sosok Prabowo bukanlah sosok biasa, pengalaman memimpin prajurit itu sudah tak diragukan lagi. Hal ini diungkap langsung oleh salah satu mantan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pernah terlibat satu pertempuran bersama Prabowo Subianto, Mislan Syarif.
Mislan yang sudah kembali melangkah ke ruang politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyat itu menceritakan pengalaman tempurnya bersama Prabowo dan salah satu prajurit asal desa Fat-Iba kecamatan Sulabesi Tengah kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Serda, Amirudin Yainahu.
Diceritakan Mislan, pada waktu itu, presiden Soeharto menginstruksikan kepada TNI yang masih bernama ABRI itu untuk menumpaskan Fratilin.
Prabowo Subianto beserta pasukannya diterjunkan untuk membantu misi pasukan gabungan Yon Parikesit yang berisikan prajurit dari kesatuan elit macam Kopassandha (Kopassus), Marinir serta Kopasgat (Paskhas).
Nanggala-28 pimpinan Prabowo Subianto kemudian meluncur ke lokasi pengepungan dan langsung menghujani Lobato dan pasukannya dengan timah panas.
Adu tembak silih berganti antar kedua belah pihak, sengit, semerbak bau mesiu dimana-mana. Dan dioperasi itulah Putera terbaik Sula Serda Amirudin Yainahu tewas dan diangkat Prabowo ke helikopter.
Serda Anumerta ini kemudian dimakamkan di Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste. “jadi kalau bicara pengabdian dan perjuangan untuk bangsa maka Prabowo Subianto adalah orangnya,” Kata Mislan Syarif. (ilo)









