SANANA,DADIKANUSANTARA.COM – Dinas Pendidikan kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) patut dapat acungan jempol, atas keberhasilannya dalam upaya melestarikan serta mensosialisasikan bahasa daerah Sula melalui kamus dan buku cerita rakyat.
Baca Juga : Warga Geser di SBT Bersyukur, Ada Peningkatan Listrik Dari 12 jam ke 24 Jam
Di aula Beliga Hotel, karya luar biasa itu di launching setelah selesai menggelar seminar ahir penyusunan kamus Bahasa Sua-Indonesia serta penandatanganan berita acara serah terima master Kamus Bahasa Sua-Indonesia dan penyerehan Master Kamus Bahasa Sua-Indonesia dari Ketua Lembaga Pusat Studi dan Penelitian Pendidikan, Burhan Umaternate dan Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula, Marini Nur Ali.
Dalam sambutannya, ketua Lembaga Pusat Studi dan Penelitian Pendidikan, Burhan Umaternate menjelaskan, bahasa dan cerita rakyat adalah kekayaan budaya yang menjadi cermin identitas suatu masyarakat. Meski bahasa, tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga melestarikan nilai-nilai, sejarah, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur. Begitu pula dengan cerita rakyat yang merupakan jembatan penghubung antara generasi yang lampau dengan generasi masa kini, maupun yang akan datang.
Baca juga : Di Hari Natal, Ketua FKUB Himbau Warga Sula Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan
“Kamus ini bukan hanya menjadi dokumen linguistik, tetapi juga warisan budaya yang akan memperkuat identitas masyarakat Sula. Buku cerita rakyat yang disusun akan menjadi medium untuk mengenalkan kembali kekayaan cerita lokal kepada anak anak, generasi muda, dan masyarakat luas,” kata Burhan. (27/12/2024)
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula, Marini Nur Ali berharap, melalui penyusunan kamus ini, tidak hanya mendokumentasikan bahasa, tetapi juga menjaga keberlanjutan jati diri di tengah arus globalisasi. Penyusunan buku cerita rakyat juga diharapkan menjadi jembatan penghubung bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai akar budaya, khususnya di Kepulauan Sula.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan tahap-tahap penting dalam penyusunan kamus dan buku cerita ini. Seminar akhir hari ini menjadi momen evaluasi dan penyempurnaan, sekaligus wujud komitmen kita untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Sula dalam melestarikan bahasa dan budaya kita,” kata Kepala Dinas Pendidikan Marini Nur Ali. (ilo/red)









