SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Kasus pembakaran pasar Basanohi Kepulauan Sula yang terjadi lebih dari dua kali itu kini kembali diperbincangkan, pasalnya ada seorang ibu mengaku ke diwarga pasar kalau dirinyalah pelaku.
SU, perempuan yang mengaku asal desa Waiboga ini sebelunnya telah datangi Polsek Sanana sebanyak 2 kali dan yang paling terakhir pada rabu, (4/6/2025) untuk melaporkan masalah yang bikin pusing Polsek secara logika berpikir orang sehat. ia awalnya memaksa Kapolsek untuk segera telpon kepolres agar suaminya di bebaskan, padahal suaminya tidak pernah ditahan dipolres kemudian datang lagi kepolsek melaporkan soal rumahnya telah di palang atau dipaku mati semua akses masuk serta sertifikat tanah yang di tahan oleh keluarga suaminya, dimana hal ini tidak pernah terjadi.
Saat diinterogasi di SPKT Polres Sula anehnya, perempuan itu tidak konsisten dengan jawabannya saat ditanya Polisi, jawabannya selalu berbeda beda meskipun pertanyaan yang sama. Mendengar pernyataan – pernyataan yang mualai dianggap aneh, polisi kemudian tak lagi melanjutkan proses interogasi
Kapolsek Sanana AKP, Junaidi Sawal saat dikonfirmasi membenarkan adanya seorang ibu yang mengaku sebagai pelaku pembakaran pasar, namun setelah pihaknya telusuri, SU ternyata mengalami gangguan mental hal ini diperoleh dari sebagian besar warga Desa Waiboga.
“Dia sudah dimintai keterangan tapi jawabannya bikin pusing semua, setelah kami telusuri melalui masyarakat desa Waiboga dan Saniahaya, SU itu sudah mengalami gangguan mental sejak lama” kata Kapolsek Sanana AKP, Junaidi Sawal.
Setelah mengetahui keadaan SU, Pihak kepolisian langsung membawanya kembali ke keluarganya. “Kami sudah kembalikan dia ke keluarganya,” tutup Junaidi (ilo/red)










