SANANA,DADIKANUSANTARA.COM – Masyarakat desa Soamole kecamatan Sulabesi Tengah kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) kembali keluhkan pelayanan air bersih oleh pemerintah desa, rabu, (18/12/2024).
Salah satu masyarakat di dusun I berharap pemerintah desa (Pemdes) Soamole jangan tutup mata, ia mengaku sudah dua bulan lamanya tidak dapat air bersih karena itu pihaknya terpaksa membeli mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami telah lama tidak dapat air bersih sekitar dua bulan lebih, jadi kami terpaksa harus beli mesin pompa air untuk mengambil air sumur seperti dulu kala,” kata Salah satu warga yang tak mau diberitakan namanya.
Tak hanya di dusun I, warga dusun dua juga keluhkan hal yang sama, mereka mengaku sulit dapat air bersih dua bulan terakhir. “sudah lebih dari 7 tahun kami mengkonsumsi air bersih tapi kali ini kami cukup mengalami krisis air yang cukup memperihatinkan sekitar dua bulan lamanya,” tambah salah satu warga saat ditemui awak media.
Terpisah, kepala desa Soamole Salem Umagapit saat dikonfirmasi menyampaikan, persoalan krisis air bersih yang dialami masyarakat desa Soamole itu disebabkan karena ada pipa pecah dan hilang.
“Air tak sampai ke warga itu karena ada sebanyak 13 pipa di curi orang, dan sebagiannya lagi pecah karena terbentur buah kelapa,” kata Kepala desa Soamole Salem Umagapit saat diwawancarai via WhatsApp (18/12).
Namun untuk perbaikan Salem mengaku pemerintah desa telah membeli beberapa pipa untuk dipasang lagi. “Kami sudah beli pipa untuk diganti, namun belum cukup, jika sudah ada akan segera diperbaiki,” tutup Salem.
Warga berharap, pemerintah desa jangan tinggal diam dengan memberikan harapan yang belum ada kepastian kepada masyarakat untuk mengakhiri krisis air di Soamole. “Tolong pemerintah desa seriusi persoalan air, ini sudah cukup lama, jangan hanya janji, kalau ada uang segera diperbaiki, karena air adalah kebutuhan paling utama bagi masyarakat,” tutup masyarakat. (ilo/red)










