SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Kepala dinas pertanian kabupaten Kepulauan Sula Salnida Yulianti Lumbessy terus memaksimalkan perannya dalam mendorong pertanian di kabupaten Kepulauan Sula.
Dengan anggaran APBD tahun 2025, dinas pertanian telah berhasil mendampingi kelompok pertanian di beberapa titik melalui peran penyuluh tingkat kecamatan untuk mensukseskan program pertanian.
Tercatat di tahun 2025, pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula melalui bupati Fifian Adeningsi Mus menargetkan 11 hektar lahan sawah, dan saat ini telah terealisasi 4 hektar dan sisanya dalam proses pengolahan lahan.
“Kami menargetkan 11 Hektar sawah, dan dua hektar telah dipanen, 2 hektar dalam pertumbuhan vegetatif dan 7 hektar dalam pengolahan lahan,” kata Kepala dinas Pertanian kabupaten Kepulauan Sula Salnida Yulianti Lumbessy saat ditemui di ruang kerjanya, kamis, (3/7/2025)
Padi yang sudah di panen adalah padi sawah di desa Modapuhi Trans, dan hasil panennya akan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
“Dua hektar yang sudah di panen itu di desa Modapuhi Trans dan hasil panennya akan dijual kembali ke masyarakat dengan harga terjangkau,” tambah Salnida.
Ia juga sampaikan, saat ini bibit padi gogo juga akan diterima kelompok tani untuk di beberapa desa. “Kami juga telah mendistribusikan benih padi gogo dari dinas pertanian Maluku Utara kepada kelompok tani di desa Modapuhi Trans, desa Modapuhi, desa Saniahaya, desa Johor dan beberapa desa di Pulau Sulabesi,” jelas kadistan.
Tak hanya padi, tiga kelompok tani ubi jalar di kecamatan Mangoli Timur juga diberi benih ubi jalar untuk ditanam, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah kabupaten Kepulauan Sula dalam mewujudkan asta cita presiden Prabowo terkait ketahanan tangan.
“Kami juga menyiapkan bibit ubi jalar untuk ditanam dengan jumlah banyak, semua ini adalah upaya kami mendukung program presiden Prabowo terkait ketahanan pangan,” tutup Kadis Pertanian kabupaten Kepulauan Sula Salnida Yulianti Lumbessy. (Ilo/red)









