TALIABU, DADIKANUSANTARA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita non-PAUD di Desa Bapenu menuai keluhan dari orang tua penerima. Pasalnya, menu yang disalurkan diduga tidak sesuai standar tekstur dan gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagaimana informasi yang dihimpun media Dadika Nusantara, Balita Non Paud disuguhkan makanan layaknya anak usia 10 tahun keatas. Hingga menyebabkan Kehuatiran bagi orang tua Balita di desa Bapenu karena dianggap membahayakan keselamatan anak usia 1-5 tahun.
Balita Non Paud disuguhkan menu MBG terdiri dari nasi putih pera, ayam goreng, tahu goreng, tumis buncis-kol potongan besar, dan pisang utuh. Padahal dalam standar menu balita yang ditetapkan Badan Gisi Nasional adalah sebagai berikut :
1. Karbo: Nasi tim/bubur, bukan nasi pera
2. Protein: Ayam suwir, telur dadar lembut, ikan tanpa duri.
3. Sayur: Cincang halus, bening/kuah.
4. Buah: Dilumat/potong kecil
5. Wajib: Susu UHT 125ml.
Salah satu orang tua Balita umur 3 tahun yang disuguhkan menu MBG Standar anak-anak 10 tahun keatas tak berani menerima MBG dengan menu seperti itu untuk anaknya yang masih kecil.
“Saya tidak berani memberi makan anak balita saya dengan menu MBG yang tak pas, saya huatir akan terjadi apa apa sama anak saya,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia berharap, SPPG Bappenu dapat dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional dan dalam pendistribusian MBG untuk balita, SPPG Bapenu segera memisahkan menu khusus balita non-PAUD dengan tekstur tim/cincang halus sesuai standar BGN, Menambahkan susu UHT 125ml dalam setiap paket MBG balita, Melakukan pelatihan ulang kepada juru masak tentang pengolahan makanan balita.(Izal/Ilo)














