SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Panggung pentas seni dan budaya Islam Arema Phota desa Soamole kembali dibuat gempar saat Muhammad Hafis mengumandangkan adzan sebagai peserta pertama pada malam terakhir gendang sahur desa Soamole kecamatan Sulabesi Tengah Kepulauan Sula, rabu, (19/3/2025).
Baca juga :Polres Sula Akan Terjunkan 83 Anggota Dalam Operasi Ketupat 2025
Hafis yang tampil dengan nomor peserta 43 itu adalah generasi asal desa Umaloya kecamatan Sanana, ia membuat seluruh yuri tak berani komentar banyak. Sahril Umagapi salah satu yuri yang menilai mengaku tak dapat berkomentar banyak, pasalnya si kecil itu bisa melantunkan adzan meski pengucapan tak sempurna.
“Kami tak bisa berkomentar apa-apa, karena dia bisa mengumandangkan adzan meski pengucapannya tidak faseh,” kata Sahril Umagapi yuri yang menilai lomba adzan.
Baca juga:Peduli Masyarakat, Sat Lantas Polres Halteng Berbagi Kasih
Terpisah, ibunda Muhamad Hafis Umasugi mengaku anaknya ini sengaja didaftarkan karena ditahun sebelumnya Muhammad Hafis sudah pernah meminta untuk dirinya juga harus pentas.
“Ini keinginannya, sebelumnya ia juga pernah diajak ke Soamole untuk menonton kegiatan gendang sahur dan dia minta untuk didaftarkan saat melihat ada anak kecil yang lain juga naik ke panggung,” kata Magfirah Wati Umasugi. (Ilo/red)








