SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Salah satu masyarakat pengusaha ikan di kepulauan Sula bilang pasangan calon nomor urut 3 hanya asal bicara pengelolaan ikan yang kenyataan tidak sesuai dengan realitas di kabupaten Kepulauan Sula (kepsul).
Tanggapan pengusaha ikan ber inisial T itu disampaikan setelah menyaksikan pernyataan paslon HT-MANIS dalam debat publik pada selasa, (5/11/2024) kemarin. “bagaimana mau atur kesejahteraan nelayan atau pengusaha ikan, sementara di tempat pendaratan ikan di desa Wainin sja tidak bisa menampung jumlah ikam yang banyak, apalagi kami nelayan ikan momar ini mampu mengahsilkan ikan cukup banyak sekali tangkap, baru di sula ta ada tempat pengalengan ikan serta tidak ada juga kountener untuk kebutuhan pendistribusian ikan dari Sula, kan tol laut juga tak mungkin bisa digunakan untuk jumlah ikan yang banyak,” tutu Nelayan berinisial T.
Dia juga bilang, dirinya sengaja tidak mau mengeluarkan identitasnya karena takut politik akan menghakimi usahanya. “saya tidak berani bilang nama karena sudah tau kan di Sula, kalau identitas kita diketahui, maka akan berdmpak pada usaha kita,” kata pengusaha ikan yang sudah berusia 43 tahun itu.
Dari sisi regulasi, ‘T’ justru melihat pernyataan paslon FAM-SAH sangat realistis.karena FAM-SAH meskipun menyadari kewenangan pengelolaan potensi kelautan menjadi kewenangan provinsi, tapi upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar para nelayan seperti alat tangkap, viber dan mesin terus diberikan untuk mendukung kerja nelayan.
“jika belum dapat berbuat hal besar untuk kami pengusaha ikan dan nelayan, paling tidak kebutuhan dasar bagi nelayan terpenuhi untuk bisa bekerja, itu sudah cukup baik untuk kami,” tutup T. (ilo/red)










