SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Muhlis Soamole terima berbagai masukan saat menyambangi warga desa Umaloya kecamatan Sanana terdampak banjir, kamis, (22/5/2025).
Baca juga :HUT IGTKI Ke 75, Diknas Halteng Gelar Lomba Bercerita Tanpa Alat Peraga
Pasalnya, untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di desa Umaloya, pemerintah sedang membangun talud penahan air di desa Umaloya, namun tak bisa diteruskan hingga ke mulut kali karena terkendala tanaman Warga.
‘kami juga tidak menginginkan masyarakat kami hidup menderita setiap kali musim hujan, jadi pembangunan talud yang sementara dikerjakan itu adalah salah satu solusi untuk membatasi air agar tidak ke rumah warga, namun masih terkendala karena ada tanaman warga,” kata Sekda Kepsul Muhlis Soamole.
Menurut salah satu warga, tanaman berupa pohon sagu itu tidak hanya milik warga desa Umaloya, namun ada juga warga Wai-Ipa, jadi ia menyarankan alangkah baiknya ada pertemuan antara pemilik tanaman dan juga dihadiri pemerintah daerah.
Mendengar saran tersebut, Sekda Kepsul Muhlis Soamole yang didampingi Kadis Sosial, Camat Sanana dan Kapolsek Sanana itu sepakat atas saran tersebut dan langsung memberi perintah kepada kepala desa Umaloya untuk segera mengidentifikasi pemilik tanaman Sagu untuk buat rapat dan mengundanya atas nama pemerintah daerah.
Baca juga: Patroli Jaga Sula, Polisi dan TNI Kompak Ciptakan Sula Yang Aman
“Tadi ada masukan dari warga, harus buat rapat dengan pemilik tanaman sagu, dia juga minta harus ada pemerintah daerah, jadi saya siap hadiri rapat, saya sudah perintahkan kades Umaloya untuk identifikasi warga pemilik tanaman sagu segera diundang rapat untuk bicara soal ini,” tambah Sekda
Meskipun begitu, saat ini pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Sula tidak tinggal diam, upaya membantu masyarakat terdampak banjir selalu dilakukan. Melalui dinas Sosial kabupaten Kepulauan Sula, warga telah menerima bantuan berupa makanan siap saji, pakaian, tempat tidur dan lain-lain yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
‘Kami juga dari dinas Sosial telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir, berupa makanan siap saji, pakaian dan tempat tidur serta perlengkapan lain yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak,” kata Kadis Sosial Umikalsum Suryansyah.
Kondisi terakhir lokasi terdampak banjir saat ini masih dalam proses penyedotan air yang tergenang dengan menggunakan mesin untuk mengurangi dibit air, terhitung 3 rumah dalam kondisi parah karena ketinggian air capai lutut orang dewasa sementara beberapa rumah yang lain airnya sudah tak lagi masuk rumah, hanya sulit mengakses karena air di sekitar halaman masi penuh. (Ilo/red)








