SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Warga desa Waiboga kecamatan Sulabesi Tengah terpaksa nekat mengeruk pasir dan batu di kali secara manual untuk menyelamatkan bangunan sekolah M.Ts Babussalam Waiboga akibat longsor susulan, Jum’at, (23/5/2025).
Hujan deras menyebabkan longsor dan nyaris merobohkan bangunan sekolah, jarak bangunan sekolah dengan mulut kali hanya tersisah 1,3 meter hingga menyebabkan pihak sekolah tak berani melanjutkan proses belajar di kelas.
Kepala sekolah dan masyarakat serta anggota Babinsa langsung bergerak dengan peralatan seadanya guna mengalihkan arah air, yang mengalir deras.
Kepala Sekolah, Rustam Tidore menyampaikan jauh sebelum bencana ini melanda sekolah yang dipimpinnya, ia sudah mendiskripsikan bencana ini dalam proposal bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah namun tak kunjung ada pertolongan.
“Saya jauh sebelum ini, sudah mengirim proposal bantuan dengan mendiskripsikan bencana yang akan dialami sekolah, namun belum direspon dengan mengarahkan alat berat ke lokasi, hanya satu kali pegawaI BPBD turun lihat lokasi,” kata Kepala sekolah Rustam Tidore.
Rustam juga bilang pihaknya sangat membutuhkan eksa sekarang untuk selamatkan bangunan sekolah.
“Sekarang warga kerja manual pakai tangan untuk keruk sungai namun hasilnya juga tak seberapa karena lebih dari 20 meter kali harus di keruk,” tutup Rustam.
Warga setempat berharap dinas terkait dapat membantu mereka menormalisasi sungai/kali agar bangunan sekolah bisa terselamatkan. (Ilo/red)









