SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Siswa SMA Negeri 3 kabupaten Kepulauan Sula meregang nyawa di tangan teman sendiri ditengah hutan saat hendak berburu, rabu, (17/9).
Kejadian yang menimpa remaja berinisial UA (16) itu terjadi di desa Waitina kecamatan Mangoli Timur sekitar pukul 12:00 WIT.
Bermula saat UA (korban) bersama DU (terduga pelaku) menuju hutan untuk berburu (menembak burung) dengan menggunakan senjata angin.
Sementara berburu, tiba-tiba hujan turun, dan keduanya mencari tempat berteduh. Di atas para-para (Tempat Kelapa) keduanya sibuk memperbaiki senapan yang menurut mereka tidak terarah baik saat menembak burung.
UA yang berposisi di moncong senapan angin itu melihat lebih dekat di moncong senapan untuk memastikan posisi senapan benar-benar lurus. Namun nasip naas itu tak bisa dihindari, DU yang memegang senapan itu sudah mengisi peluru, dan tak disangka jari DU langsung menarik platuk senapan dan peluru mengenai bagian dahi UA.
“Senapan belum sempat terisi peluru secara sempurna, namun pelaku tiba-tiba melakukan tembakan yang diarahkan ke korban. Tembakan itu mengenai bagian dahi sebelah kiri korban,”ujar Kapolsek Mangoli Timur Ipda Ibrahim Yusuf.
Akibat luka tembak tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat (MD). Sementara pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan kini berada di Mapolsek Mangoli Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Ia korban dinyatakan meninggal dunia pelakunya telah diamankan,”ungkap Kapolsek.
Kapolsek juga melakukan pendekatan persuasif dengan berbagai pihak untuk mencegah terjadinya hal-hal yang diakibatkan karena peristiwa tersebut.
“Saat kami telah mengadakan pertemuan bersama toko agama dan masyarakat untuk mencegah timbulnya masalah lain yang disebabkan karena kasus tersebut,” tutup Kapolsek. (Ilo/red)


















