banner 728x90
Uncategorized

Tiga Pahlawan Kemerdekaan Dari Sula Yang Terlupakan,

37
×

Tiga Pahlawan Kemerdekaan Dari Sula Yang Terlupakan,

Sebarkan artikel ini

Ada yang Pernah Diasingkan Bersama Bung Karno di Boven Digoel

Ternyata tidak hanya Ismail Digul sang tokoh pejuang kemerdekaan dari Sula yang pernah ditawan oleh pemerintah Hindia Belanda di Boven Digoel, tetapi ada juga salah satu dari tiga putra terbaik Sula yang tangkap pemerintah Kolonial Belanda karena anti penjajah.

banner 728x90

Dia adalah Bpk. Mala Bin Tena, yang ditangkap bersama dua saudaranya Abdurrahim Mala dan Saadola Mala. Tiga putra asal desa Fat Iba ini diketahui adalah tiga bersaudara. Merka terlibat dalam perkumpulan organisasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Surat dari Departemen Sosial meminta Kepala desa Fat Iba keluarkan keterangan tentang tiga orang warganya

Dalam Riwayat perjuangan yang dituliskan, pada tahun 1922, Mala Bin Tena, Abdurrahim Mala dan Saadola Mala telah mengikuti organisasi Pergerakan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan tujuan mengusir penjajah di wilayah Distrik Sanana Kepulauan Sula bersama Ismail Sajuan (Ismail Digul) dan Bapak Din Masuku.

4 tahun menjalankan misi perjuangan organisasi untuk kemerdekaan Indonesia, dalam diam meyita perhatian serius pemerintah Kolonial Belanda atas gerakan tersebut. Akhirnya pada tahun 1926, pemerintah hindia belanda memerintahkan penangkapan atas ketiga saudara tersebut, Bpk. Mala Bin Tena, Abdurrahim Mala dan Saadola Mala.

Ketiga pejuang itu diringkus tentara kolonial Belanda di desa Fat Iba dan langsung dibawah ke benteng Deverwacting Alting di desa Mangon untuk dibawa ke Ambon menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan, Pemerintah Hindia Belanda mendapatkan bukti kebenaran, bahwa mereka bertiga (Bpk. Mala Bin Tena, Abdurrahim Mala dan Saadola Mala) benar terbukti secara sah melakukan pergerakan anti penjajah dan berupaya untuk mengusir penjajah dari kecamatan Sanana.

Surat keterangan kepala desa Fat Iba tahun 1999 tentang tiga warganya

Pemerintah Kolonial Belanda menetapkan hukuman penjara untuk dijalani ketiga putra terbaik Sula tersebut. Selama 2 tahun dipenjara di Ambon, mereka kemudian dipisahkan oleh pemerintah Kolonial Belanda untuk diasingkan.

Pada tahun 1928, bapak Mala Bin Tena diasingkan ke Boven Digoel, Abdurrahim Mala di asingkan ke pulau Banda Neira dan bapak Saadola Mala diasingkan ke Manokwari Papua

Dalam catatan sejarah perjuangan yang diabadikan atas nama Bapak Saadola Mala itu dijelaskan, bahwa Saadola dalam proses menuju Ambon, bersamaan juga juga bapak Ismail Sajuan (Ismail Digul), bapak Din Masuku, Bapak Usman Umagapi, bapak Idris Kompeho, bapak Taraju Yoisangadji dan Jo Usman Sangadj Gay. Setelah ditetapkan bersalah. Saadola kemudian di tahan dan selanjutnya diasingkan ke Manokwari Papua dan tetap dalam tahanan.

Pada tahun 1934, Abdurrahim Mala dan Saadola Mala dikembalikan ke Ternate, sedangkan bapak Mala Bin Tena dikembalikan ke Ternate langsung ke Sanan pada tahun 1945 sebelum kemerdekaan.

Sebagai Tahanan Politik zaman Pemerintah Kolonial Belanda, ketiga putra terbaik Sula ini juga memperoleh penghargaan bintang jasa dan buku catatan riwayat perjuangan.

Sepulangnya dari pengasingan bersama Soekarno di Boven Digoel, Mala Bin Tena membawa satu buah tongkat dan satu karung batang Kasbi (singkong), yang saat ini kasbi (singkong) itu dikenal dengan nama Kasbi Digul.

Pada tahun 1999, tiga putra Sula ini telah diusung oleh pemerintah kabupaten Maluku Utara melalui departemen sosial untuk memperoleh SK Perintis Kemerdekaan dari Negara pada 17 Agustus 1999, namun karena kepala Departemen Sosial bapak Hanafi Umamit lebih dulu meninggal sebelum berkasnya rampung, akhirnya sampai saat ini 3 nama tersebut hilang dalam catatan sejarah. Padahal mereka adalah bagian dari orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan dengan legalitas yang dapat dipercaya, bahkan pernah menjalani siksa berat oleh kejamnya Perintah kolonial Belanda selama di tawan dalam penjara. (*)

banner 728x90
banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90