PATI, JATENG DADIKANUSANTARA.COM- Ribuan masyarakat kabupaten Pati provinsi Jawa Tengah menggelar aksi dengan tuntutan bupati Sudewo mundur dari jabatannya kini berhujung ricuh.
Beberapa anggota Polisi yang mengamankan aksi juga akhirnya menjadi pelampiasan amarah warga yang berunjuk rasa. Pasalnya, pengamanan yang dilakukan Polisi terkesan membatasi ruang gerak warga yang terlibat dalam masa aksi.
Warga yang sudah terlanjur terbakar amarah karena sikap arogan bupati Pati itu, langsung menghantam anggota Polisi dengan menggunakan tangan serta kaki dan melempari dengan benda berupa gelon air mineral serta botol air yang dibawa pendemo.
Salah satu Perwira juga berlumuran darah dihajar masa, beruntung ada masa aksi yang masih memiliki kesadaran dan mengamankan anggota berpangkat Inspektur Satu itu dari serangan masa, namun begitu, dirinya sudah terlanjur dihajar masa hingga berlumuran darah.
Untuk diketahui, Sudewo, bupati kabupaten Pati didemo karena kebijakan yang dinilai tak pro rakyat, diantaranya kenaikan pajak PBB hingga tembus 250% serta kebijakan lima hari sekolah dan regrouping yang menganca guru honorer serta efesiensi RSUD Soewondo yang menyebabkan PHK besar-besaran dan pengangkatan karyawan baru.
Dilansir dari detik Jabar, awalnya tuntutan masa hanya sebatas kebijakan pajak PBB, namun karena respon anti kritik yang ditunjukkan bupati Sudewo sekaligus menantang masa aksi untuk berdemo, membuat amarha masyarakat memuncak di 13 agustus 2025, dengan tuntutan satu, Sudewo mundur dari jabatannya sebagai bupati Pati.
Dalam video yang beredar, bupati Sudewo yang mencoba temui warga saat kondisi memanas, justru dilempari dengan botol bekas, sendal jepit serta benda keras lainnya, beruntung ia bergerak menuju masa aksi dengan menggunakan mobile Water Canon milik polisi. Masa sudah tak mau mendengar perkataannya kecuali pengunduran diri dari jabatannya sebagai bupati Pati. (Red)









