banner 728x90
banner 728x90
Uncategorized

Sebelum Jadi Terlapor, Junan, Oknum ASN Dishub Sula Lebih Dulu Buat Aduan, ini Masalahnya

170
×

Sebelum Jadi Terlapor, Junan, Oknum ASN Dishub Sula Lebih Dulu Buat Aduan, ini Masalahnya

Sebarkan artikel ini
Junan Mojo (Oknum ASN di Dishub Sula)

SANANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Yunan Mojo, oknum ASN di dinas perhubungan ternyata telah buat aduan polisi lebih dahulu sebelum dirinya dilapor LY yang tak lain adalah iparnya terkait dugaan penganiayaan.

“Sebelum saya dilapor LY, saya lebih dulu buat aduan kepada kepolisian resor Kepulauan Sula karena tindakannya,” kata Junan.

banner 728x90

Baca juga:Oknum ASN di Dishub Sula Diduga Aniaya Ipar Sendiri

Buntut masalah keluarga, Yunan katakan, dirinya didatangi iparnya LY di rumahnya saat tengah malam sekitar pukul 02;30 WIT dalam keadaan mabuk. “LY dalam keadaan mabuk, dan datangi saya tengah malam, sambil terisak mengancam, saya yang saat itu tertidur langsung terbangun,” kata Yunan

Yunan bilang, berbagai kata makian ia dengar berulang kali keluar dari mulut LY serta ancaman membakar motor dan rumahnya, mendengar hal tersebut, diriy memutuskan untuk keluar dan datangi polres biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ka. SPKT Polres Kepulauan Sula IPDA, Afandi saat diwawancarai di ruang kerjanya. (Kamis,8/5/2025)

“Saya baru keluar mau menuju polres, tiba-tiba saya langsung dipukul LY saat hendak menutup pintu, tak hiraukan, saya langsung menuju motor, namun dia tetap masih menyerang saya dengan pukulan, saya tangkis pukulannya sembari mendorong dan dia terjatuh,” terang Junan.

Junan juga membantah, jika LY mengaku pingsan itu tidak benar, pasalnya saat dia terjatuh itu masih berusaha bangun untuk pukul lagi.

Baca juga :Melalui SPKT, Polres Sula Damaikan Siswa Yang Terlibat Tawuran di Sula

“Jika dia mengaku pingsan itu tidak benar, karena saat jatuh dia bangkit lagi untuk pukul saya, jadi saya langsung panggil kadus I desa Mangon Jailan Umage untuk bersama saya ke SPKT Polres Sula untuk buat aduan, namun karena LY masih mabuk, pihak polisi menunda hingga besoknya baru mediasi, tapi besoknya saya tak bisa hadir karena halangan,” tambah Junan.

Terpisah, Ka SPKT Polres Sula Ipda, Afandi menyampaikan, benar Junan telah buat aduan atas dugaan tindakan ancaman disertai penganiayaan.

“Benar Junan telah menyampaikan aduan ke SPKT tertanggal 2 april 2025, jadi bisa langsung di cek di bagian Reskrim,” kata Ka. SPKT IPDA Afandi.

Baca juga : Bupati dan Wabup Sula Lepas JCH Menuju Ternate

Yunan juga menyampaikan, tuduhan atas dirinya yang mengabaikan istrinya. “Istri saya itu tinggal sama saya, saat dia sakit, saya dan anak saya sudah mengantarnya ke RSUP. Dr. Johannes Leimena Ambon, dan setelah kembali, ia masih sakit, keluarganya (LY dan Saudara – saudaranya) ambil paksa istri dari tangan saya, yang pertama dan kedua saya menolak, namun yang ketiga kalinya mereka datang dengan kelompok yang banyak dan saya tidak punya kemampuan untuk batasi mereka, akhirnya istri saya diambil,” terang Yunan.

Junan juga bercerita, saat dirinya mendengar istrinya dilarikan ke RSUD, ia tak berani menjenguk istrinya. Hal ini dikarenakan, keluarga istrinya mengancam. Sampai istrinya meninggal, iapun tak berani melayat maupun tahlilan.

“Saya yang tak berani melayat hingga menghadiri pembacaan tahlilan, memutuskan untuk melaksanakan tahlilan di rumah saya dan istri saya dari hari pertama kepergian istri saya hingga hari ke-9, saya juga hanya bisa berziarah ke kuburannya,” tutup Junan mengakhiri ceritanya.

Junan berharap pihak Polres juga menyeriusi Aduannya yang kini suda naik ke serese. “Saya harap laporan saya juga diproses hukum, jangan satunya jalan lancar, punya saya lambat,” Harap Junan. (Ilo/red)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90banner 728x90banner 728x90
banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90