SANANA, DADIKANUSANTARA.COM – Siswa Madrasah Aliyah di desa Waisakai kecamatan Mangoli Utara Timur kabupaten Sula Maluku Utara terpaksa harus menyebur ke kali Waisakai saat hendak pulang sekolah, Jum’at, (9/5/2025).
Baca juga :Sebelum Jadi Terlapor, Junan, Oknum ASN Dishub Sula Lebih Dulu Buat Aduan, ini Masalahnya
Hal ini dilakukan siswa Madrasah Aliyah Waisakai karena tak ada jembatan untuk disebrangi saat hujan deras. “Ini sudah kami alami berulang kali, setiap kali musim hujan, bahkan kami harus berjalan tanpa sepatu dari rumah ke sekolah yang jaraknya hampir 1 km dari kampung karena jalan becek, tak ada aspal,” kata salah satu siswa.
Sebegai bagian dari generasi, para siswa berharap, keadaan mereka bisa menjadi perhatian pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.
Baca juga :Kades Man-Gega Klarifikasi Kedatangannya di DPRD Komisi I, Hamid : Kami hanya bincang biasa
“Kami berharap, keadaan kami ini menjadi perhatian bersama pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun Pusat,” pinta para siswa.
Dari video berdurasi 1 menit 52 detik yang dipost akun Facebook Hadli Tidore iti terlihat rombongan siswa-siswi yang menggunakan seragam olahraga lompat dalam sungai dan menyebrang sambil menenteng tas dan sepatu. (Ilo/red)










