Hukrim

Diduga Polisi Mencium Aroma Pembunuhan Atas Kematian WP di Buya

Redaksi Diperbarui 14:44 1 menit membaca
Kapolres Kepsul AKBP. Kodrat Muh. Hartanto (foto //: Nai Am Teapon)
Ukuran Teks:

S A N A N A, DADIKANUSANTARA.com – Kematian WP, salah satu ibu rumah tangga di desa Buya kecamatan Mangoli Tengah Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) pada lebaran Idul Adha kemarin (17/6) rupanya mulai tercium aroma dugaan pembunuhan  oleh pihak kepolisian, pasalnya  Kepolisian Resort Kepulauan Sula (Polres Kepsul) mulai melakukan penyelidikan usai proses autopsi di RSUD Sanana pada selasa, (18/6/2024).

“saat ini kami melakukan penyelidikan terhadap kejadian WP tersebut untuk mengetahui apakah terjadi tindak pidana, dengan mengumpulkan saksi dan bukti terkait kejadian tersebut,” ungkap Kapolres Kepulauan Sula, AKBP. Kodrat Muh Hartanto saat dikonfirmasi rabu, (19/6/2024).

Sementara informasi yang dihimpun Dadikanusantara, kemarin setelah usai autopsi, jenazah langsung dipulangkan kembali ke desa asalnya (desa Waikafia) di kecamatan Mangoli Selatan. Namun suami korban yang berinisial SS di tahan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Kapolres juga berjanji, jika alat bukti dan keterangan saksi cukup untuk ditetapkan sebagai pelanggaran pidana, maka masalah ini akan terus diproses hingga tuntas. (ilo/reed)

Tinggalkan komentar