SANANA,DADIKANUSANTARA.COM – Jatah minyak untuk masyarakat nelayan di desa Waiboga dan Umaga kecamatan Sulabesi Tengah diduga disunat pihak SPBU Kompak Waiboga.
Baca juga :Diduga Pangkalan Indo Mas di desa Wainib Abaikan Konsumen ‘Mita’
Pasalnya pelayanan minyak untuk masyarakat nelayan dibuat bergiliran, misalkan jika ada minyak disuplai dari pihak pertamina di hari selasa, maka yang beli di hari selasa tidak lagi bisa beli jika disuplay berikutnya, nelayan baru bisa beli saat suplay ke3 dan hanya 25 liter untuk satu nelayan.
“Saya hanya dapat jatah 25 liter sekali minyak masuk, dan saya tidak bisa beli lagi saat minyak masuk yang kedua kali, saya baru bisa dapat jatah 25 liter lagi saat minyak masuk ke tiga kalinya,” kata salah satu nelayan inisial ‘D’ saat diwawancarai selasa, (28/1/2025).
Baca juga :Ternyata Laka Laut di Desa Pelita itu Karena Aktivitas Selundup Minyak Subsidi
Terpisah Nelayan berinisial R juga menyampaikan hal yang sama, jatah mereka terkesan disunat, karena hanya 25 liter itupun diatur, tidak bisa dapat dua kali berturut-turut saat penyuplaian minyak dari pertamina ke SPBU Waiboga.
“Ini masalah yang perlu menjadi perhatian penegak hukum karena ada dugaan penyelundupan minyak jenis pertalite,” Harap warga desa yang juga nelayan kepada pihak terkait
Dari hasil investigasi lapangan, tim dadika nusantara mengantongi informasi dari salah satu masyarakat yang pernah bekerja menyampaikan jatah untuk nelayan 1,5 ton. (ilo/red)













